Menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset penting perusahaan yangmemiliki kemampuan berkembang sebagai penentu keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang, maka peningkatan keterampilan sumber daya manusia berada diururtan tertinggi. Memiliki sumber daya manusia yang teruji kemampuan,keterampilan, setia pada perusahaan, bersemangat dalam mencapai tujuan perusahaanakan membuat perusahaan tetap mampu bersaing dalam era persaingan global.Terlebih bagi perusahaan yang merupakan lokomotif kemajuan ekonomi diIndonesia, khususnya di sektor agribisnsis seperti PT Perkebunan Nusantara IV(Persero) Medan, pemberian pelatihan dan motivasi kepada para karyawan harusterus dilakukan. Ini dimaksudkan agar keterampilan, pengetahuan, sikap, loyalitas,semangat kerja dan komitmen pada perusahaan meningkat sehingga setiap pekerjaanakan lebih mudah diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga dapatmeningkatkan kinerja yang pada akhirnya juga akan meningkatkan produktivitas dan profitabilitas perusahaan di dalam dunia usaha yang berkompetisi secara global.Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pelatihan dan motivasikerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan, baik secara parsial maupun secara simultan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Perkebunan Nusantara IV(Persero) Medan, baik secara parsial maupun secara simultan.Teori yang digunakan untuk mendukung pembahasan dalam penelitian iniadalah teori Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya yang berkaitan dengan pelatihan, motivasi kerja dan kinerja karyawan.Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan pimpinan, pria dan wanita diKantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan yang berjumlah 155orang. Adapun teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling (sampel pertimbangan) karena yang akan diteliti kinerjanya adalah karyawan pelaksana yangtelah mengikuti pelatihan, maka sebagai penilai kinierja karyawan adalah karyawan pimpinan sehingga karyawan pimpinan yang dijadikan sebagai sampel.Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket dan studi dokumentasi.Model analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda denganmenggunakan software SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R) diperoleh sebesar 8.81%. hal ini berarti bahwakemampuan variabel independen (pelatihan dan motivasi kerja) menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen (kinerja karyawan) sebesar 8.81%,sedangkan sisanya merupakan variabel yang tidak terungkap.
For detail click link below :

0 komentar:
Posting Komentar