Kondisi jaringan irigasi pada berbagai daerah di Indonesia
rusak dankurang berfungsi sebelum umur bangunan. Operasi dan pemeliharaan
irigasibelum menunjukan kualitas pelayanan air irigasi yang adil dan
merata.Dengan kondisi ini, memunculkan pertanyaan mendasar
bagaimanasesungguhnya operasi dan pemeliharaan irigasi dimonitor dan
dievaluasi.Berbagai program dan konsep model untuk memperbaiki pengelolaan
irigasitelah banyak dilakukan, namun pengaruh perilaku masyarakat
dalampengelolaan irigasi partisipatif perlu dianalisis secara komprehensif. Olehkarenanya
model pengelolaan irigasi memperhatikan kearifan lokal perludioptimalkan
potensi dan inovasinya dalam pengelolaan irigasi. Dalampenelitian ini
dikembangkan sebuah model berbasis metode SEM dengan 5(lima) Pola yang
merupakan penggabungan antara peraturanpemerintah/perda tentang irigasi dan
adat istiadat setempat. Model inimenggunakan persamaan struktural dari variabel
manifest dan laten dengan487 sampel yang tersebar di 12 provinsi dari 37
kabupaten.Maksud penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
perilakumasyarakat terhadap pelayanan air irigasi, kondisi fisik jaringan
irigasi,partisipasi pengelolaan irigasi dan pengelolaan jaringan irigasi dengan
PolaI, II, III, IV dan V serta penentuan kebijakan pengelolaan irigasi.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Perilaku Masyarakat (PM)berpengaruh terhadap
Pelayanan Air Irigasi (PAI), Kondisi Fisik JaringanIrigasi (KFJ), Partisipasi
Pengelolaan Irigasi (PPI) dan Pengelolaan JaringanIrigasi (PJI). Hasil
penelitian pada Pola I menunjukkan bahwa PM sangatsignifikan jika dibandingkan
hasil penelitian pada Pola II, III, IV dan V.Dengan demikian, pengelolaan
irigasi untuk setiap daerah tidak dapatdiseragamkan, namun perlu disesuaikan
dengan budaya lokal

0 komentar:
Posting Komentar